Sabtu, 13 Oktober 2018


Pertemuan 4


1.3.5 Pertaksamaan linier dua peubah

Bentuk umum pertaksamaan linier dua peubah adalah : ax + by + c (?) 0 ; konstanta-konstanta a, b dan c adalah bilangan-bilangan ril dan a ¹ 0. Tanda

(?)  adalah salah satu dari tanda <, >, £ atau ³ . Untuk membantu mahasiswa dalam menggambarkan grafik pertaksamaan linier dua peubah, berikut diberikan prosedurnya.

1. Ganti tanda pertaksamaan dengan tanda sama dengan dan selanjutnya gambarkan grafik persamaan linier yang dimaksud. Setelah digambar kita akan melihat bahwa grafik persamaan linier adalah garis yang membagi bidang menjadi dua bagian.

2. Jika pada pertaksamaan menggunakan tanda £ atau ³ berarti garis tersebut termasuk pada grafik yang akan digambarkan. Selanjutnya garis tersebut digambarkan secara penuh. Jika pertaksamaan menggunakan tanda < atau
>  berarti garis tersebut tidak termasuk pada grafik yang akan digambarkan. Selanjutnya garis tersebut digambarkan putus-putus.

3.  Pilih salah satu titik koordinat pada masing-masing bidang dan kemudian substitusikan pada pertaksamaan. Jika substitusi tersebut menghasilkan pernyataan yang benar berarti bidang tempat kedudukan titik tersebut adalah bidang yang dimaksud. Sebaliknya jika substitusi menghasilkan pernyataan yang salah maka bidang tempat kedudukan titik tersebut bukan




9


bidang yang dimaksud. Untuk keseragaman bidang yang memenuhi pertaksamaan diarsir. Akan menjadi lebih sederhana jika kita memilih titik koordinat (0,0) asalkan titik koordinat tersebut tidak dilalui oleh garis.

Contoh 1.11
Gambarkan grafik pertaksamaan 3x – 2y ³ 8

Penyelesaian :

Langkah 1.

Ganti tanda pertaksamaan menjadi tanda sama dengan ® 3x - 2y = 8

Langkah 2.

Gambarkan grafiknya.









3.   Memilih titik koordinat.
Pilih satu titik koordinat yaitu (0,0) dan substitusikan ke pertaksamaan. Ternyata substitusi ini menghasilkan pernyataan yang salah. Berarti bidang tempat kedudukan titik koordinat tersebut bukan bidang yang dicari. Sehingga bidang disebelahnya merupakan bidang yang dicari. Selanjutnya bidang tersebut diarsir.











Contoh 1.12
Gambarkan grafik pertaksamaan 5x + 3y < 6



Penyelesaian :


Langkah 1.
Ganti tanda pertaksamaan menjadi tanda sama dengan ® 5x + 3y = 6

Langkah 2.

Gambarkan grafiknya.













Langkah 3
Memilih titik koordinat.

Pilih satu titik koordinat yaitu (0,0) dan substitusikan ke pertaksamaan. Ternyata substitusi ini menghasilkan pernyataan yang benar. Berarti bidang tempat kedudukan titik koordinat tersebut merupakan bidang yang dicari. Sehingga bidang disebelahnya bukan bidang yang dicari. Selanjutnya arsir yang dicari tersebut.









              Soal-soal
Gambarkan grafik dari pertaksamaan-pertaksamaan berikut !
1. x + y < 3
2. y + 2x > 4
3. 4x – 5 y £ 6
4. 5y + 3x ³ 1


Sistem pertaksamaan linier
Dalam penerapannya sering terdapat lebih dari satu pertaksamaan yang harus diselesaikan secara serentak. Pertaksamaan-pertaksamaan tersebut dinamakan “sistem pertaksamaan linier”. Dalam pembahasan sistem per- taksamaan linier kita hanya akan membahas sistem pertaksamaan linier yang mempunyai tidak lebih dari peubah.

Langkah-langkah penyelesaian sistem pertaksamaan linier.

1.  Ganti semua tanda pertaksamaan menjadi tanda sama dengan.

2.  Gambarkan grafiknya.
3.  Periksa salah satu titik koordinat pada bidang. Jika menghasilkan pernyataan yang benar, berarti bidang tersebut adalah bidang yang dicari.

Contoh 1.13
Gambarkan grafik sistem pertaksamaan 2y + 3x < 5 dan x – y ³ -3

Penyelesaian :

Langkah 1.
2y + 3x = 5

x - y = -3





          Langkah 2.







   





Langkah 3.

Periksa koordinat (0,0). Setelah dilakukan substitusi harga x=0 dan y=0 kedalam sistem pertaksamaan ternyata menghasilkan pernyataan yang benar. Berarti bidang tempat kedudukan titik tersebut adalah bidang yang dicari. Selanjutnya bidang tersebut diarsir.






Contoh 1.14 (penerapan sistem pertaksamaan linier)
Sebuah pabrik kendaraan bermotor akan memproduksi dua jenis kendaraan yaitu jenis diesel dan bensin. Biaya pembuatan jenis kendaraan diesel adalah Rp. 100 juta/kendaraan, sedangkan untuk jenis kendaraan bensin adalah Rp. 80 juta /kendaraan. Jika pabrik tersebut mempunyai kemampuan produksi 120 kendaraan setiap bulan dan dan untuk pembuatan kedua jenis kendaraan tersebut tidak lebih dari Rp 10 milyar / bulan, tentukan bentuk pertaksamaan dari persoalan diatas dan gambarkan grafiknya.

Penyelesaian:


Diesel
Bensin
Nilai batas

(juta rupiah)
(juta rupiah)
(juta rupiah)




Biaya
Rp. 100.000.000,00
Rp. 80.000.000,00
Rp.10 milyar




Jumlah
x
y
120

100 juta . x + 80 juta . y £ 10.000 juta atau :100 x + 80 y £ 10.000 x + y £ 120

x ³ 0 ; y ³ 0



























Soal-soal
Gambarkan grafik dari pertaksamaan linier berikut :


1. íìx + 3y £ 9
2. íìx + 2y ³ 4
ì3x + y £ 4
3. íïx - 2y ³ 4
îx - 2y > 6
îx - y < 3
ï


îx ³ 0


ì2x + y £ 8
4. ïíx + y £ 6
ïîx ³ 0 dan y ³ 0


5.  Sebuah industri komputer akan memproduksi sekurang-kurangnya 1000 buah komputer yang terdiri dari dua jenis yaitu jenis PC dan Laptop. Diperkirakan biaya untuk memproduksi sebuah PC adalah Rp. 4.000.000,00 sedangkan untuk memproduksi Laptop adalah Rp. 6.000.000,00. Jika dana yang tersedia untuk memproduksi kedua jenis komputer tersebut adalah Rp. 10 milyar rupiah tentukan sistem pertaksamaan linier dari persoalan diatas dan gambarkan grafiknya !.


1.3.7 Pertaksamaan kuadrat

Bentuk umum dari pertaksamaan kuadrat adalah : ax2 + bx + c (?) 0, dimana a, b dan c adalah bilangan-bilangan ril dan a¹ 0 Sedangkan (?) adalah salah

satu dari tanda <, >, £ , atau ³ . Penyelesaian dari pertaksamaan adalah menentukan harga-harga peubah yang memenuhi pertaksamaan.

Contoh 1.15






Selesaikan pertaksamaan x2
- 7x + 12 > 0


Penyelesaian :






Lakukan pemaktoran terhadap pertaksamaan :


x2 - 7x + 12 > 0
®
(x – 4)(x – 3) > 0
Titik-titik kritis adalah 3 dan 4


Grafik pertaksamaan :





x – 4



: - - - - - - - - - - - - - - - - - - 0 + + + + + +
x – 3
: - - - - - - - - 0 + + + + + + +
+ + + + + +







- - - - - - - - -(x–4)(x–3):++++++0
0 + + + + + +

)
3                                       4

Gambar 1.16






13


Dari gambar diatas didapat bahwa daerah yang memenuhi pertaksamaan adalah x<3 atau x >4.

Contoh 1.16
Tentukan himpunan penyelesaian dari pertaksamaan :  10 £ 2(x + 2)
x - 2

10
£
2(x + 2) ®
10
£
2(x + 2)(x - 2)
10

£
2(x2
- 4)









®








x - 2
x - 2

x - 2



x - 2
x - 2














10

£

2x2 - 8
®

2x2 - 8 - 10
³ 0
®
2x2
- 18

³ 0
®
2(x2 - 9)
³ 0
x - 2


x - 2

x - 2

x - 2
x - 2



































2(x - 3)(x + 3) ³ 0
x  - 2
Titik-titik kritis adalah -3, 2 dan 3

Grafik pertaksamaan :


- - - -
- - - - - - -
- - - -
- - - -


x – 3
:- - - -
- - - - - -

- - - - - - - -


- - - - -
0 + + ++


x + 3
:- - - -
- - - - - 0 + + + + ++ + + + ++ + + +


x - 2
:


0 + + + + + + + +


- - - - - -


2(x - 3)(x + 3)
:



0+++   +(-

¥ )
0 + + ++


- - - - -


x - 2

































































-3
2
3







Gambar 1.17



Himpunan penyelesaiannya adalah : { x

- 3 £ x < 2 atau x ³ 3 }







Soal-soal










Selesaikan pertaksamaan berikut dan tentukan selangnya !



1.
(x + 2)(x – 3) > 0

5. x2 + 4x - 5 < 0



2.
(x - 4)(x + 5) < 0

6. x2 >5x – 6



3. x(x + 6)³ 0

7. 7x – 12 £ x2



4.
(x – 7)x £ 0

8. x2 + 21 ³ 10x







1.4 Koordinat Kartesius
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering membuat hubungan antara satu besaran dan besaran lainnya. Contohnya adalah untuk membeli sejumlah barang kita harus mengeluarkan sejumlah uang, pengukuran temperatur pada suatu tabung berhubungan dengan tekanan didalamnya dan masih banyak contoh lainnya lagi. Contoh-contoh diatas adalah hubungan dua besaran yang akan menghasilkan pasangan terurut bilangan ril. Jika pasangan terurut bilangan tersebut disimbolkan dengan x (untuk bilangan pertama) dan y (untuk bilangan kedua) maka kita dapat menuliskan pasangan bilangan terurut dengan (x,y). Setiap pasangan terurut bilangan ril disebut titik dan dinyatakan dengan R. Sedangkan himpunan pasangan terurut

bilangan ril disebut bidang bilangan dan disimbolkan dengan R2 . Bidang bilangan dpt. Digambarkan dengan bantuan koordinat Kartesius. Untuk menggambarkan koordinat




14


y

sumbu y


x
0

sumbu x

Gambar 1.18

Koordinat Kartesius

kartesius pertama-tama kita gambarkan dua buah garis yang saling tegak lurus, seperti pada Gambar 1.18. Garis tegak lurus adalah sumbu y atau ordinat, sedangkan garis horizontal disebut sumbu x atau absis. Titik potong kedua garis tsb. adalah titik asal (origin) dan dilambangkan dengan 0. Sumbu x yang berada disebelah kanan titik asal menunjukkan arah positif sedangkan disebelah kiri adalah arah negatif. Sumbu y yang berada diatas titik asal adalah arah positif sedangkan yang berada dibawahnya adalah arah negatif. Pasangan kedua sumbu x dan y adalah koordinat Kartesius. Jika suatu pasangan terurut bilangan ril (x0 , y0 ) menunjukkan titik A (ditulis A (x0 , y 0 )),
maka (x0 , y0 ) disebut koordinat titik A.Sebagai contoh bila harga x0 =3 dan harga y0

=  -4, maka titik A dapat ditentukan seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.19. y


 x


A(3,-4)
Gambar 1.19

Titik koordinat

Kuadran-kuadran

Bila kita perhatikan koornat Kartesius maka akan terlihat empat buah bidang. Bidang-bidang tersebut disebut kuadran-kuadran yang terdiri dari kuadran I, II, III dan IV. Pembagian dari kuadran-kuadran tersebut dapat dilihat padda Gambar 1.20 dibawah ini.

y

kuadran II kuadran I
( - , + )                                                                          ( + , + )

x

kuadran III kuadran IV

( - , - )          ( + , - )

Gambar 1.20
Kuadran-kuadran

pada koordinat Kartesius

Soal-soal
Diketahui koordinat-koordinat :

1. ( 2 , 3 )                          3. ( -5 , -6)                          5. ( -3 , 7 )

2. ( 4 , -5 )                        4. ( -1 , 6 )                          6. ( -3,1)




15


1.5 Pertambahan dan jarak
Jika sebuah partikel bergerak dari suatu titik P1 (x1 ,y1 ) ke titik P2 (x2 ,y2 ) maka

dikatakan bahwa koordinat partikel tersebut mengalami pertambahan sebesar Dx dan Dy . Sebagai contoh, bila suatu partikel bergerak dari titik A( 2,-3 ) ke B(-3 ,1)





B(-3,1)



Dy


y

Dx


x





A(2,-3)



Gambar 1.21

Gerak partikel dari titik A ke B


(lihat Gambar 1.21) maka pertambahannya adalah :
Dx = x2 - x1 = -3 2 = -5
Dy = y2 - y1 = 1 –(-3) = 4

Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa pertambahan pada suatu koordinat adalah perubahan netto, yaitu :

ìDx = xtitik akhir
- xtitik awal
( 1.1 )
í
- ytitik awal
îDy = ytitik akhir



1.5.1 Jarak antara dua titik

Apabila sumbu-sumbu koordinat menggunakan satuan pengukuran yang sama maka jarak antara dua buah titik pada suatu bidang tertentu dapat ditrntukan dengan menggunakan kombinasi antara pertambahan-pertambahan koordinat dan teorema Pythagoras, seperti yang ditunjukkan Gambar 1.22 berikut.

y

h
P2 (x2 ,y2 )


Dy
P1 (x1 ,y1 )

Dx

0                                     x


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  FUNGSI Pengertian Fungsi Fungsi adalah suatu relasi yang memetakan untuk setiap himpunan X hanya sekali ke himpunan Y. Pemetaan itu...